Roblox: AI Picu Ledakan Konten, 70.000 Game Lahir dari Build dalam 5 Bulan
Roblox melaporkan lonjakan konten luar biasa dengan lebih dari 70.000 game yang telah dipublikasikan oleh pengguna fitur Build sejak peluncurannya.

Roblox baru saja melaporkan lonjakan jumlah game yang luar biasa di platform mereka berkat bantuan teknologi AI. Dalam surat pemegang saham Q3 2026, perusahaan ini menyebutkan bahwa sejak peluncuran fitur Build pada bulan Juli, para pengguna telah memublikasikan lebih dari 70.000 game.
Ledakan Konten Lewat Fitur Build
Lonjakan ini dipicu oleh perilisan "Build", sebuah alat *prompt-to-game creation* berbasis AI yang diluncurkan pada bulan Juli lalu. Seperti dilaporkan oleh PC Gamer, penggunaan alat ini telah menciptakan apa yang disebut Roblox sebagai "ledakan konten".
Data dari Roblox menunjukkan angka yang cukup mencolok. Selama satu bulan terakhir, lebih dari 80% dari 100 game teratas di Roblox (berdasarkan jam bermain) telah menggunakan alat AI untuk mempercepat proses pembuatan. Selain itu, jumlah unggahan aset harian ke *Roblox cloud* naik tiga kali lipat dibanding bulan sebelumnya.
Beberapa game yang berhasil menembus 20 besar Roblox berdasarkan jumlah pemain konkuren, yaitu *Break and Steal an Egg* dan *Huss Valley*, dikabarkan dibuat hampir sepenuhnya menggunakan AI. Sejak peluncuran versi *alpha*-nya di wilayah New Zealand, Singapura, Serbia, dan Thailand, sudah ada lebih dari 500.000 pengguna yang mencoba fitur Build ini.
Perbedaan Pandangan dengan Steam
Fenomena ini menunjukkan perbedaan pendekatan yang kontras antara Roblox dan Valve. Jika Valve baru-baru ini mengakui adanya masalah dengan "AI slop" atau banjirnya game tiruan berbasis AI yang memenuhi Steam, Roblox justru melihat tren ini sebagai sebuah peluang besar.
Bagi Roblox, kemudahan dalam mengubah ide menjadi game yang bisa dimainkan secara instan adalah sebuah kemajuan. Mereka menyebut bahwa waktu yang dibutuhkan untuk membuat sebuah game hingga bisa dimainkan, serta waktu untuk mengadaptasi game ke berbagai perangkat, kini menyusut secara drastis berkat otomatisasi dalam pembuatan kode dan aset yang didukung AI.
Ambisi Menjadi Platform Global
Untuk terus memperluas pengaruhnya, Roblox memperkenalkan dua inisiatif baru. Pertama adalah "Roblox Everywhere", yang bertujuan agar game di platform ini bisa dimainkan di luar ekosistem Roblox sendiri.
Kedua adalah "Universal Player". Inisiatif ini menggunakan AI untuk mengimpor game yang sudah ada ke dalam *Roblox cloud platform* secara mulus. Teknologi ini akan mengubah game tersebut agar bisa berjalan secara *multiplayer* di perangkat apa pun, lengkap dengan fitur *instant join*, pembaruan UGC instan, serta akses ke layanan keamanan dan monetisasi milik Roblox.
Dengan strategi ini, Roblox menargetkan untuk menguasai 10% pangsa pasar game global. Mereka percaya bahwa di tengah melimpahnya konten, koneksi sosial akan menjadi kunci. Pemain datang ke Roblox untuk bermain bersama teman, sehingga setiap game baru bisa lebih cepat menemukan audiensnya melalui jaringan sosial yang sudah ada.
Apa artinya buat gamer Indonesia?
Bagi kamu gamer di Indonesia, kabar ini berarti pilihan game di platform Roblox akan terus bertambah dalam jumlah yang sangat masif. Karena fitur Build sudah melakukan *alpha launch* di beberapa negara seperti Singapura dan Thailand, kamu bisa menantikan perkembangan fitur ini di masa mendatang.
Namun, kamu juga perlu lebih selektif dalam memilih game. Dengan adanya 70.000 game baru yang muncul dalam waktu singkat, kualitas antar game mungkin akan sangat bervariasi. Kamu akan menemukan lebih banyak judul unik yang dibuat dengan cepat, tapi juga harus siap menghadapi banyaknya konten baru yang masuk ke *feed* kamu setiap harinya.



